Custom Search
Tampilkan postingan dengan label essai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label essai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2009

LEGENDA BANYU WANGI

Pada suatu hari Nyai Pandanwungu datang ke Kerajaan Karang Sewu. Ia menemui Raja Sindureja dan sang Permaisuri yang bernama Kencanawati. Ia meminta Sang Raja agar mengutus seseorang untuk memetik Bunga Kendaga Buana di puncak Gunung Ijen. Nyai Pandanwungu mengatakan bahwa bunga tersebut sangat berkhasiat untuk meremajakan kecantikan abadi pada wajah yang meminum air tersebut khususnya ditujukan kepada Permaisuri. Selain itu ia juga mengusulkan anak tirinya yaitu Patih Sidapaksa untuk melaksanakan tugas tersebut. Hal itu ditujukan untuk menguji kesetiaan sang patih. Mendengar cerita Nyai Pandanwungu akhirnya Prabu Sindureja menyetujui hal tersebut. Dalam hati Nyai Pandanwungu sangat gembira ia dapat segera melaksanakan rencana jahatnya.
Setelah itu, Patih Sidapaksa dipanggil untuk menghadap. Padahal ia baru selesai melaksanakan tugas penting. Dan sekarang dalam masa istirahat. Untuk menunjukan kesetiaannya kepada Sang Prabu, ia segera berangkat. Disana ia diberi tugas tersebut. Betapa sedih hatinya karena ia harus melaksanakan tugas penting disaat istrinya yang bernama Ni Kembang Arun sangat membutuhkannya. Dikarenakan ia sedang hamil. Mendengar perkataan suaminya hati Ni Kembang Arun sangat sedih. Ia harus menerima dua hal berat yaitu ditinggal suaminya dan berhadapan dengan mertuanya yang selalu jahat dan merendahkan dirinya. Tetapi Ni Pandan Arun tidak mengatakan apapun, ia akan menyetujui keputusan apapun yang diambil oleh suaminya.
Maka berangkatlah Patih Sidapaksa menuju puncak Gunung Ijen. Sebelum ia berangkat, iatelah diberitahu oleh ibu tirinya agar ia jangan pernah kembali sebelum mendapatkan Bunga Kendaga Buana. Karena inti dari tugas ini adalah menguji kesetiaanmu kepada kerajaan ini. Kini sang patih telah menempuh perjalanan yang sangat jauh sampai berminggu-minggu, hingga istrinya melahirkan ia belum kembali. Ni Kembang Arun melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan tampan seperti ayahnya, yang kelak akan menggantikan posisi ayahnya di kerajaan.
Setelah bayi itu lahir, ibu tiri sang patih berpura-pura baik keada menantunya, seolah-olah ia sangat senang dengan kelahiran cucunya. Pada awalnya Ni Kembang Arun merasa heran dengan perubahan sikap mertuanya. Tetapi karena perilaku Nyai Pandanwungu selalu baik terhadap cucunya Ni Kembang Arun mulai percaya kepada mertuanya.
Ketika Ni Kembang Arun akan mandi, ia menitipkan putranya ke nenek dan bibi emban. Saat yang ditunggu Nyi Pandanwungu telah tiba. Ia segera menyuruh bibi emban untuk pergi, lalu ia membawa cucunya ke tengah hutan belakang rumah. Disana ia menghunuskan pisau ke leher cucunya yang masih suci sambil mengatakan, “keturunan darah Jember itu ! Mampuslah, kau !” Mayat anak Sidapaksa itu dibuang ke kali yang sangat keruh dan berbau busuk. Dan pisau kecil itu dibawa kembali untuk digunakan dalam muslihat yang selanjutnya.
Selesai mandi Ni Kembang Arun mencari anaknya. Ia bertanya kepada bibi emban. Kata bibi emban, “Den Putra tadi bersama neneknya”, lalu mereka mencari bayi tersebut sampai seisi rumah. Namun hasilnya nihil. Ni Kembang Arun pun mulai curiga kepada mertuanya, tetapi tanpa bukti yang jelas ia tidak bisa berbuat apa-apa. Beberapa hari kemudian Nyi Pandanwungu datang ke rumah menantunya. Ia berpura-pura kaget saat menantunya mengatakan bahwa cucunya teah hilang. Kemudian ia memaki menantunya dengan kata-kata yang sangat kasar dan kotor.
Setelah kejadian itu, setiap malam Ni Kembang Arun berdo’a agar kelak ia dapat bertemu kembali dengan anaknya yang sangat ia cintai. Ia menangis tanpa henti. Selain itu, ia tidak mau untuk makan sehingga tubuhnya tinggal sisa kulit dan tulang.
Patih Sidapaksa telah berhasil mendapatkan Bunga Kendaga Buana. Iakini telah sampai di kerajaan. Betapa senangnya hati Sang Prabu dan Permaisuri, karena sang Patih dapat melaksanakan tugas sesuai dengan keinginan mereka. Mendengar kabar tersebut Ni Kembang Arun sangat bahagia. Ia akan bertemu kembali dengan suaminya yang sangat ia cintai. Mengetahui kabar yang sama, Nyai Pandanwungu segera menyusun siasat. Ia menunggu anaknya di perempatan yang akan dilalui anaknya. Patih Sidapaksa melewati tempat tersebut sesuai apa yang diperkirakan Nyi Pandanwungu. Ia segera menghentikan langkah kudanya ketika melihat ibunya berada di tengah jalan. Lalu Nyi Pandanwungu menceritakan semua cerita bohong kepada anaknya. Kalau istrinya telah berselingkuh selama Sidapaksa pergi dan ia juga telah membunuh anakmu. Buktinya lihat saja di bawah bantal pasti ada pisau kecil yang berlumuran darah kering. Seandainya ia menangis itu hanya pura-pura untuk menutupi perbuatan bejadnya saja. Dipacunya kuda dengan kencang, sedang Nyi Pandanwungu bergembira melihat peristiwa itu.
Sesampainya di rumah Sidapaksa sangat marah. Ia lalu menyeret istrinya keluar rumah dan memaki istrinya dengan kata-kata yang kasar. Ia terus memaki tanpa memperdulikan apa yang dikatakan istrinya. Ia membawa istrinya ke tepi kali dimana istrinya membuang anaknya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Namun Ni Kembang Arun yang tadinya diam saja tiba-tiba menangis, “Oh, Gusti, ternyata Engkau selama ini disini anakku,” kata Ni Kembang Arun. Tiba-tiba muncul bunga berwarna putih yang besar dari kali tersebut. Airnya yang tadinya keruh dan berbau busuk, kini telah berubah jernih dan harum. Dengan sekejap Ni Kembang Arun melompat kedalam air dan hilang begitu saja. Sidapaksa hanya diam saja tak berdaya melihat kejadian itu. Inti bunga tersebut terdapat wajah anaknya. Ia mengatakan bahwa ibunya tidak bersalah melainkan neneknya yang telah membunuh dirinya. Kemudian muncul bunga yang lebih besar lagi dari dalam kali itu. Didalam bunga tersebut terdapat wajah Ni Kembang Arun. Kedua bunga itu hanyut oleh arus sungai dan hilang dalam sekejap mata.
Dengan perasaan galau Patih Sidapaksa meninggalkan tempat tersebut. Dari balik pohon terdapat Nyi Pandanwungu yang sedari tadi mengintip kejadian tadi. Ia segera lari ketakutan karena ia takut akan dibunuh oleh anak tirinya. Tiba-tiba langit menjadi gelap gemuruh bersahut-sahutan. Seketika itu pula tubuh nenek penuh dengki itu tersambar petir, dan abunya ditiup angin yang keras. Seakan-akan bumipun tidak mau menerimanya. Sejak saat itu tempat tersebut diberi nama Banyu Wangi.

Unsur Intrinsik
Tema
Kesetiaan istri terhadap suaminya

Tokoh
Sidapaksa : setia, patuh terhadap orang tua
Nyai Pandanwungu : jahat, iri dan dengki
Ni Kembang Arun : setia, baik hati
Kencanawati : setia

Alur
Maju karena alur dari cerita ini beruntun antara kejadian satu dengan yang lain


Sudut Pandang
Orang ke-3, karena dalam cerita ini pengarang menggunakan nama tokoh/orang dalam menceritakannya. Selain itu pengarang hanya sebagai pengamat.

Setting
Cerita ini terjadi di Kerajaan Karangsewu

Amanat
- Kebenaran akan selalu terungkap walaupun melalui proses yang panjang
- Siapa yang menanam benih kebaikan pasti ia akan menuai hasilnya begitu pula dengan kejahatan

Gerbang Unpad Ngompol

Gerbang Universitas Padjadjaran (Unpad) ngompol adalah sebuah pernyataan yang sangat mengherankan. Karena dalam benak kita hanya bayi saja yang bisa ngompol. Namun gerbang unpad yang ada di Jatingangorpun bisa ngompol juga. Saya rasa hal itu bisa saja tetapi pernyataan tersebut tidak kita telan metah-mentah.
Dalam kasus ini makna ngompol adalah kebocoran saluran air di gerbang Unpad yang sekarang sudah beralih fungsinya menjadi jalan raya. Dan kebocoran tersebut mengakibatkan terbentuknya aliran air di sisi kanan dan kiri jalan. Maka terciptalah sebuah sungai kecil yang mengapit jalan raya. Kebocoran air semakin bertambah parah saat hujan datang. Kapasitas air bertambah maka bertambah kuat pula air yang mencoba keluar dari saluran yang bocor. Saya kira kalau hal itu dibiarkan begitu saja pasti masalahnya akan bertambah panjang.
Seperti kata Cinta Laura yang berbunyi “ Sudah ujan, becek, tapi banyak ojek”. Mungin itulah gamabaran jalan disekitar gerbang Unpad saat ini. Secara kasar dapat digambarkan pula seperti pasar induk di saat hujan. Ditambah lagi dengan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tersebut sangat padat. Maka pemandangan yang kurang memanjakan mata tercipta di sekitar jalan yang menjadi aliran sungai kecil yang terbentuk akibat kebocoran.
Sebagai pejalan kaki, saya merasa sangat dirugikan dengan konsisi tersebut. Karena semenjak terjadinya kebocoran tersebut saya sulit untuk menyebrang jalan. Apalagi saat hujan ditambah lagi dengan jumlah kendaraan yang melintas taksedikitpun berkurang. Sekalilagi banyak pejalan kaki yang dirugikan.
Dalam Hal ini siapakah yang bersalah? Apakah dri pihak pemerintah yang telah membangun jalan tersebut kurang teliti sehingga mengakibatkan kebocoran. Karena menurut pengalaman saya belum gerbang lama Unpad dipugar untuk dijadikan jalan raya. Hal seperti ini tidak pernah terjadi. Tetapi mungkin saja ini hanya sebuah kebetulan. Lalu siapakan yang bersalah? Apakah mahasiswa Unpad dan masyarakat sekitar yang kurang peduli terhadap lingkungan. Sehingga kebocoran saluran air terjadi akibar sampah yang mumpuk. Atau pihak Unpad juga turut andil dalam masalah ini. Saya kira setiap orang memiliki jawabannya masing-masing. Dan sekarang bukan saat kita untuk saling menyalahkan.
Saya pikir yang terpenting untuk saat ini adalah masalah kebocoran ini harus segera teratasi. Walupun terlihat sepele namun akan menjadi perkara yang besar apabila sudah menelan korban. Saya harap pihak yang berwenang dalam masalah ini belum tetutup nuraninya. Sehingga mereka cepat tanggap dalam mengatasi malasah ini.

Otak atau Perut yang Bekerja

Kebanyakan orang membangkan apa yang mereka punya. Salah satunya adalah kemampuan otak mereka. Bahkan sebagian orang merasa lebih tinggi dibanding orang lain. Dan setiap orang pasti akan merasa senang jika memiliki otak yang pandai. Namun dalam kenyataannya banyak orang yang membanggakan kepandaian otak mereka saat makan tidak menggunakan otak mereka. Mengapa saya menagatakan seperti itu karena. Kita telah mengetahui bahwa banyak makanan yang berbahaya dan mengancam kesehatan orang yang memakannya. Contohya makanan –makanan instan yang kita sendiri tahu bagaimana kandungan kolesterol yang tinggi. Apabila kandungan kolesterol dalam tubuh kita terlalu banyak maka semakin rentan pula berbagai penyakit akan mudah datang menyerang.
Karena kebanyakan orang makan tidak menggunakan otak mereka melainkan dengan kepuasan indra perasa dan kenyangnya perut yang menjadi takaran mereka. Maka penyakit yang seharusnya terjadi pada usia lanjut yaitu stroke. Kini mulai merambah usia produktif. Saya kira hal itu wajar karena kebanyakan orang kurang memperhatikan pola makan dan gaya hidup mereka. gambaran manusia zaman sekarang adalah manusia yang semuanya serba priktis dan semuanya serba dikendalikan oleh mesin. Olah raga sedikit demi sedikit ditinggalkan. Kalau sudah seperti ini apa kata dunuia. Manusia hanya tidur dan sedikit melakukan aktivitas. Paling hanya jempol mereka saja yang berkerja untuk mengirim short massage service (SMS). Jadi dapat digambarkan proto tipe manusia di zaman yang akan datang kalu manusia bertubuh kecil, berkepala kecil, sedangkan jempol mereka saja yang besar. Karena organ itulah yang bekerja.
Sampai kapankan pola kehidupan seperti ini akan berlanjut. Padahal sudah banyak film yang mengingatkan kita akan bahaya pola hidup yang tidak sehat. Contohnya film Wall-E yang mengangkat bahwa kebiasaan manusia yang membuang sampah sembarangan dan memproduksi barang tanpa memperhitungkan kegunaan serta kapasitasnya. Mengakibatkan dunia akan tertutup sampah dan mengakibatkan taman tak mau tumbuh. Sehingga oksigen musnah dan manusia harus meninggalkan bumi. Selain itu, bentuk manusia digambarkan hanya segumpal daging yang bisanya hanya duduk. Makan dan minum sambil duduk. Tulang mereka tidak mampu menahan berat beban mereka. Untuk berdiri saja susah. Senandainya kehidupan kita seperti ini selamanya maka bagaimana kehidupan kita dimasa yang akan datang. Apakah yang digamabarkan dalam film futuristik Wall- E akan jadi kenyataan?
Mulai dari sekarang kita harus merubah kebiasaan kita. Yaitu makan dengan menggunakan otak. Memilih apa yang baik dan buruk bagi tubuh kita. Selain itu kita harus peduli linggkungan agar udara yang menyehatkan masih tersedia untuk kita. Karena perlu diwaspadai penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang kurang baik. Senantiasa mengincar kita.

Murka dan Merana

Pemanasan global (global worming) sebuah kata yang sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi penduduk dunia. Termasuk saya yang sudah lama merasakan efek pemanasan global tersebut. Saya sering berangan-angan sampai kapankah bumi kita akan bertahan? Bumi kita mulai terbatuk-batuk dengan asap pabrik yang sekarang mulai menyelimuti langit kita. Apakah bumi kita dapat bertahan dari penyakit kronis yang menggerogoti seluruh organ dalamnya secara perlahan tatapi pasti layaknya virus HIV?
Kalau saja bumi kita dapat berbicara, dia pasti akan mencaci-maki kita. Bahkan dengan kata-kata yang paling kasar sekalipun. Dan sampai akhirnya, ia tidak mau lagi menampung manusia untuk tinggal. Ia begitu merana. Ia hanya bisa meluapkan isi hatinya dengan memendam perasaannya dalam-dalam. Mungkin saja ia sering iri dengan teman sejawatnya yaitu planet-planet lainya. Mereka tidak memiliki beban untuk memberi kehidupan. Mereka dapat melenggang dengan santainya mengitari matahari. Tidak seperti bumi yang harus memikul beban berat di pundaknya.
Salama ini, hanya segelintir orang saja yang peduli terhadap lingkungan. Apakah kita tidak mempedulikan masa depan anak cucuku kita? Akankah gambaran bumi yang digambarkan dalam film animasi Wall-E yang begitu jelas dengan tumpukan sampah dan merana. Sampai-sampai tanamanpun takmau tumbuh. Oksigen lari entah kemana. Dan bumi tinggalkan begitu saja. Oleh manusia yang tidak tahu balas budi. Sampai kapankah kita tetap diam dengan keadaan seperti ini? Sudah hilangkah akal budi manusia di zaman yang sudah edan ini.
Hutan di Indonesia semakin menyusut. Sedangkan pembalakan liar semakin hari meningkat. Hutan di Indonesia yang dulunya mendapat julukan paru-paru dunia. Kini mulai terserang bronkhitis. Kuman-kuman jahanam mengerogoti sel-sel paru-paru dunia. Mereka hanya mereguk untungnya saja tanpa memikirkan efek jangka panjangnya.
Coba kita pikirkan, lubang ozon sudah terbuka begitu lebarnya. Dan alam sering menunjukan kemurkaannya kepada kita. Kapankah setiap orang di seluruh dunia sadar akan peduli lingkungan? Saya pikir hal itu sangat tipis kemungkinannya untuk terjadi. Terutama untuk bangsa Indonesia. Bangsa yang penduduknya bebal untuk peduli lingkungan. Menurut saya, setiap warganya sudah kebal terhadap banjir dan bencana alam yang menimpa. Dan hidung kita sudah berevolusi sehingga tahan terhadap berbagai macam bau sampah yang ada. Mata kita sudah tertutup katarak sehingga membiarkan kekayaan alam kita dikeruk dan dirusak oleh orang asing.
Musim di Indonesia sudah tidak menentu. Kapan musim hujan dan kapan musim kemarau. Sudah tidak dapat ditentukan seperti dulu. Semua serba tidak menentu, musim sudah linglung. Ia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Akibat lapisan ozon terbuka yang semakin melebar. Alam begitu murka, sampai-sampai menunjukan kemurkaannnya dengan mendatangkan bencana di mana-mana. Tidak terkecuali Negara Indonesia.
Dari segi kesehatan berbagai macam penyakit aneh mulai bermunculan. Dan meneror setiap penduduk dunia. Virus-virus bermutasi akibat ulah kita yang menjalamah dunia mereka. Dan akibat sinar ultraviolet yang secara langsung menerobos pori-pori ozon yang sudah merapuh. Flu burung dan HIV, salah satu contoh nyata dari hasil mutasi tersebut. Ulah siapakah? Lagi-lagi ulah kita sendiri.
Angan-angan saya melambung lagi, andai saja seluruh penduduk dunia sadar dari mimpinya sekarang. Mungkin pencegahan terhadap pemanasan global dapat sedikit teratasi. Namun, kini kita tengah asyik terlelap dalam nina bobo teknologi yang semakin lama semakin mengila. Setiap Negara berlomba-lomba menciptakan alat mutahir yang dapat menghancurkan dunia sekalipun. Nuklir salah satu produk utamanya. Apakah pemikiran mereka sudah keblinger. Saya hanya tertawa sinis melihat keadaan yang semakin miris. Di sisi lain, negara kita hanya negara yang tunduk seperti kerbau. Negara yang tidak punya kekuatan. Ia hanya menarik nafas panjang. Melihat badannya dijadikan tempat sampah. Bagi teknologi asing yang sudah menjadi rongsokan. Ia hanya menjadi korban dari manusia yang semakin edan.
Awan hitam membumbung dilangit, kentut dari kijang dan bebek bermesin memenuhi setiap partikael udara yang ada di dunia. Ditambah lagi dengan cerutu pabrik yang tidak berhenti mengepul. Di Indonesia tidak ada syarat khusus untuk memiliki kendaraan tersebut. Jadi binatang dan banguan bermesin itu dapat tumbuh subur. Bagaikan cendawan di musim hujan. Hal itu dikarenakan pola pikir kita sudah keblinger. Kita lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Padahal dengan naik kendaraan umum kita tidak susah-susah dalam perjalanan. Kita hanya duduk manis untuk sampai tujuan. Sayangnya, hal itu tidak akan terjadi. Karena kurangnya fasilitas dan perhatian pemerintah untuk memanjakan rakyatnya. Selain itu, pemerintah juga kurang memperhatikan tata ruang kota. Sehingga asap dapat berkumpul dimana-mana tanpa di uraikan oleh tanaman. Dan pemerintah hanya memikirkan keuntungan dari investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Hal yang ironis terjadi di Negara kita tercinta. Yaitu pembalakan liar terus berjalan bergandengan tangan dengan angka polusi di Indonesia. Negara yang kecil dalam segala hal ini, turut andil terhadap pemanasan global yang melanda dunia. Dunia yang semakin tua.
Inti permasalahan dari pemanasan global adalah manusia itu sendiri. Saya beragnggapan bahwa kita selama ini takut dengan masalah yang kita buat sendiri. Takut yang sudah mengakar dalam hati manusia yang ada di bumi. Rasa takut untuk menyelesaikan permasalahan. Sampai akhirnya kita merasa terbiasa dengan rasa takut itu. Pemanasan global sudah tidak dapat dicegah lagi. Semua terlanjur terjadi. Yang dapat kita lakukan saat ini adalah merubah pola hidup kita. Kita harus peka terhadap lingkungan. Agar memperlambat laju kerusakan bumi akibat pemanasan global. Dan umur bumi kita dapat bertahan sampai anak cucu kita.

Makna Bahasa bagi Penggunanya

Bahasa adalah salah satu media komunikasi. Tanpa adanya bahasa seluruh manusia mungkin kesiulitan untuk berkomunikasi dalam bentuk audio. Menurut saya bahasa merupakan sumber dari segala informasi yang ada. Kita bisa bayangkan seandainya tidak ada bahasa tentu saja kita akan berkomunikasi layaknya orang purba. Hanya berbicara gagu dan dengan symbol-simbol tertentu.
Menurut saya setiap manusia memiliki bahasanya masing-masing. Setiap orang memiliki kekhasanya. Sejak kecil hingga dewasa bahasa yang digunakan selalau berubah. Sesuai dengan pengalaman saya, bahasa ibu saya bahasa jawa seiring dengan tingkat usia dan jenjang pendidikan saya. Maka kemapuan berbahasa saya bertambah. Dan perbendaharaan bahasa saya semakin bertambah pula.
Bahasa sangat dipengari oleh umur, jenjang pendidikan, dan status sosial penggunanya. Hal itu dikarenakan semakin tingggi jenjang pendidikan seseorang maka semakin banyak perpaduan bahasa yang digunakan. Seingat saya orang-orang berpendidikan di Indonesia banyak menggunakan bahasa asing dalam berbicara. Untuk menunjukan tingkat pendidikan mereka. Sekaligus menunjukan status atau kelas mereka. Hal itu merupakan sesuatu yang ironis. seharusnya sebagai warga Negara Indonesia yang baik. Dalam berbicara seharusnya menggunkan bahasa Indonesia yang baik pula.
Indonesia memang bangsa yang aneh. Karena setiap warga ingin menguasai bahasa Inggris dengan baik. Dan mereka memandang sebelah mata bahasanya sendiri. Karena kepribadian suatu bangsa dapat dinilai dari bahasanya.
Keluar dari permasalahan di atas, bahasa merupakan alat pemersatu. Kerena dengan adanya bahasa seluruh masyarakat di Indonesia dapat berkomunikasi. hal itu saya rasakan sendiri. Daerah asal saya di Jawa Tengah dan sekarang tinggal di tanah sunda yang bahasa sangat berbeda. Selama ini dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Dengan adanya bahasa kita dapat lebih mudah dalam bergaul. Karena tanpa adanya bahasa maka semua orang tidak akan mengenal dengan yang lain. Mereka akan membeku dalam kebisuan.
Selain itu, bahasa dapat menunjukan kepribadian seseorang. Kita dapat menilai seseorang dari bahasa yang mereka gunakan. Saya sendiri melakukan hal tersebut. Karena saya tipikal orang yang mudah terpengaruh. Maka saya harus selektif dalam memilih teman. Hal pertama yang saya gunakan adalah bahasa yang mereka gunakan. Apakah bahasanya halus atau kasar. Namun hal ini tidak dapat digunakan patokan. Karena kepribadian orang siapa yang tahu. Hanya orang itu sendiri yang tahu.

Gerbang Unpad Digusur!

Kabar mengenai gerbang Universitas Padjadjaran (Unpad) digusur memang banar. Dan sudah terlaksana. Namun, tidak sepenuhnya benar. Walaupun digusur untuk pembangunan jalan dari arah Pangkalan Damri (Pangdam) sampai ke gerbang Unpad. Tetapi, gerbang tersebut tetap fungsi seperti biasa. Berkat penggusuran tersebut gerbang Unpad menjadi terkesan lebih luas. Itu kalau dilihat dari sisi positifnya. Kalau dari sisi negatifnya pemandangan yang kurang mengenakkan tercipata.. Debu-debu beterbangan dimana-mana. Membuat sesak nafas setiap orang yang lewat.
Gerbang utama Unpad merukan suatu hal yang sangat penting. Bagi Unpad sendiri dan mahasiswanya. Karena sebuah gerbang merupakan tempat pertama kali orang menginjakan kakinya ketika ia tiba. Dan orang akan menilai bangunan dari gerbangnya. Karena gerbang merupakan cerminan dari sebuah bangunan. Bagaimana Unpad dapat mendidik mahasiswanya. Untuk merawat gerbangnya sendiri tidak bisa.
Dan gerbang merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai fakultas untuk bercengkrama. Namun, gerbang Unpad yang dulunya sudah kacau kini bertambah kacau. Ditambah lagi dengan adanya alat berat dan truk yang lalu lalang keluar masuk proyek tersebut membuat pemandangan semakin kurang mengenakkan. Dan kesan yang saya tangkap adalah Unpad seakan digusur secara perlahan olh pemerintah.
Usut punya usut jalan yang sedang dibangun di gerbang Unpad tersebut akan dibangun sampai Cikuda. Untuk menanggulangi kemacetan yang sering terjadi di gerbang Unpad dan sekitarnya. Mungkin saja ini menrupakan jalan terakhir yang diambil oleh pemerintah untuk menaggulangi kemacetan di Jatinagor. Karena melihat pembangunan jalan yang pertama dari Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) sampai Universitas Winaya Mukti (UNWIM) berjalan lancar dan hasilnya cukup memuaskan. Maka pemerintah melanjutkan proyek pembangunan jalan tersebut.
Kita mengulang kembali ke beberapa bulan yang lalu. Saat jembatan penyebrangan masih berdiri kokoh. Jembatan penyebrangan ini merupakan salah satu jalan alternatif yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi kemacetan. Jatinangor merupakan kota kecamatan yang kecil dengan jalan yang kecil pula. Walaupun kecil, Jatinangor memiliki dua universities dan dua institit pendidika. Ditambah lagi dengan jalan yang kecil tersebut merupakan jalan antar provinsi. Hal itu menyebabkan volume kendaraan yang melewati jalan tersebut sangatlah banyak. Dan tidak kalah repotnya yaitu supir angkot yang sering membandel untuk mangkal digerbang Unpad. Jadi tidak dapat disangkal lagi kemacetan kerap sekali terjadi.
Mahasiswa Unpad termasuk saya turut andil dalm hal kemacetan. Karena kami lebih sering menyebrang jalan tanpa menggunakan jembatan penyebrangan. Menurut pengalaman saya, selama ini baru dua kali menggunakan jembatan penyebrangan. Karena kurang efektif dan memakan waktu. Selain itu, polisi yang sedang bertugas sering membantu mahasiswa menyebrang jalan. Sehingga kemacetan panjang sering tercipta. Ironosnya jembatan penyebrangan yang sudah terbengkalai tersebut berubah fungsi menjadi papan iklan. Sampai akhirnya jembatan tersebut dirobohkan akibat pelebaran jalan. Berakhir sudah riwayat jemabatan penyebrangan yang malang.
Kembali ke permasalahan awal pembangunan jalan ini tidak selamanya lancar. Saya mendapatkan informasi dari sebuah majalah yang diterbitkan oleh mahasiswa jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Unpad. Kalau pembangunan jalan tersebut kekurangan dana. Dana yang seharusnya empat belas milyar tersebut. Ternyata hanya cair tujuh milyar. Jadi jalan tersebut tidak selesai pada waktu yang dijanjikan. Hal itu menyebabkan pemandangan yang kurang memanjakan mata dan paru-paru kita akan bertambah lama. Selain itu, permasalahan timbul. Dari pihak Unpad kurang berkenan untuk mengizinkan Balai Padjadjaran yang baru selesai dibangun. Akan digusur untuk dijadikan jalan. Dan serentetan malasah yang lain muncul seiring dengan berjalannya waktu. Dan pastinya tidak ada pembangunan yang dalam pengerjaannya selalu lancar. Batu sandungan tentunya selalu ada untuk meramaikan setiap pembangunan.
Saya setuju dengan pembangunan jalan tersebut. Karena menurut perkiraan saya jalan tersebut nantinya sangat berguna dalam mengatasi ke macetan yang sering terjadi di Jatingor khususnya digerbang Unpad. Alasan lain adalah tempat kos saya tidak terkena gusur.. Namun, hal tersebut hanya gurauan belaka. Sebagian mahasiawa nantinya akan terkena imbasnya. Yaitu mahasiswa yang kos di gang mawar atau lebih tepatnya tempat kos yang berdiri di atas tanah Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Dari gerbang sampai Cikuda akan digusur untuk dibangun jalan. Jadi, mahasiswa yang tempat kosnya digusur harus menerima dengan ikhlas atau bahasa jawanya legowo. Tetapi, dengan catatan. Gerbang unpad kembali ditata dengan rapi dan tidak ada tindakan kekerasan dalam proses penggusuran.
Dalam pikiran saya bagaimana jadinyan halaman depan Unpad akan langsung berhadapan dengan jalan raya. Kelak jalan tersebut dilewati bus antarprovinsi. Pasti akan menambah carut-marut gerbang Unpad. Saya mulai bertanya-tanya bagai manakah nasib pedagang yang berjualan digerbang Unpad? Nasib pedagang kaki lima yang berjualan di gerbang Unpad harus diperjuangkan. Karena mereka selama ini sangat berjasa dalam mengisi bahan bakar bagi mahasiswa. Untuk menghadapi aktifitas yang sangat merusa tenaga. Dan tentunya dengan harga terjangkau oleh kantong mahasiswa. Walaupun tempatnya tidak begitu higienis. Dan pikian yang terdapat dalam otak saya adalah Apakah pemerintah akan memberikan lahan baru untuk berjualan? Mungkin saja masih tetap berjualan disitu. Atau digusur oleh Satuan Patroli Pamong Praja (Satpol PP) seperti yang diberitakan di layar kaca. Nasib pedagang kaki lima ang berjualan di gerbang Unpad harus diperjuangkan. Karena mereka selama ini sangat berjasa dalam mengisi bahan bakar bagi mahasiswa. Untuk menghadapi aktifitas yang sangat merusa tenaga. Dan tentunya dengan harga terjangkau oleh kantong mahasiswa. Walaupun tempatnya tidak begitu higienis.
Hal itu masih sebuah misteri. Mungkin akan terjawab setelah pembangunan jalan tersebut selesai. Saya berharap pembangunan jalan tersebut dapat cepat selesai. Sehingga kampus tercinta dapat berbenah diri lagi.. Dan pemandangan yang kurang memanjakan mata dapat segera sirna. Hal yang terpenting adalah kemacetan yang selama ini sudah menjadi rutinitas setiap hari dapat teratasi.