Custom Search

Jumat, 13 Februari 2009

Hantu Kuntilanak dan Pocong

A. Kuntilanak
1. Deskripsi
Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "kuntilanak" atau "pontianak" kemungkinan besar berasal dari gabungan kata "bunting" (hamil) dan "anak".
Dalam folklor Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.
Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.
Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong")
.2. Kepercayaan penangkalan
Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.
Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.
3. Budaya popular
Kepercayaan akan adanya kuntilanak atau sundel bolong sangat sering dijadikan sebagai bahan urban legend serta sinema. Berikut adalah beberapa film yang dibuat dengan inspirasi dari kuntilanak:

* Film Indonesia
o Terowongan Casablanca (Kuntilanak Merah) (2007) (Indika Entertainment)
o Kuntilanak (2006) karya Rizal Mantovani
o Kuntilanak (1962), dibintangi oleh Ateng
o Sundel Bolong, dibintangi oleh Suzanna

* Film Malaysia
o Pontianak Gua Musang
o Anak Pontianak (1958)
o Pontianak Kembali (1963)
o Pontianak Harum Sundal Malam (2004)
o Pontianak Harum Sundal Malam 2 (2005)
Adapun cara memanggil jaelangkung, ada pula cara memanggil kuntilanak. Dan cara memanggil kuntilanak adalah dengan melatunkan sebuah tembang Jawa. Tidak sama dengan cara memanggil jaelangkung,yang bisa dilakukan oleh siapa saja, lain halnya dengan kuntilanak.
Cara memanggil kuntilanak hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan “lebih” dari pada orang kebanyakan. Kemampuan ini belum bisa dipastikan bagaimana cara memperolehnya karena ada beberapa mitos yang mengatakan bahwa ini kemampuan yang diperoleh dari nenek moyang atau keturunan, ada pula yang mengatakan itu factor kebetulan atau dialah orang yang terpilih tanpa sebab apapun.
Apabila tembang jawa pemanggil kuntilanak ini dinyanyikan, akan membuat si korban menjadi mimisan, setelah itu si”penembang” akan memuntahkan belatung (sejenis ulat yang memakan mayat atau organ yang sudah busuk), dan si korban menjadi mimisan setelah itu akhirnya si korban akan mati mengenaskan dengan kepala terpelintir. Konon ritual yang sama akan terjadi bila tembang jawa ini dinyanyikan, nyanyi - mimisan - belatung - mati mengenaskan.
Bersahabat dengan mahluk halus atau disini dengan kuntilanak, mengacu pada seseorang yang mengikat tali persahabatan dengan mahluk halus atau kuntilanak. Dalam hal ini tujuan memelihara kuntilanak adalah untuk memperoleh sesuatu entah itu membalas dendam, memperoleh pesugian yang erat kaitannya dengan cara”memperlancar” usaha atau bisnis yang sedang dijalani.
Persahabatan dengan mahluk halus ini juga dikenali sebagai saka Mereka yang bersahabat dengan mahluk halus ini perlu mematuhi beberapa syarat seperti ada yang meminta persembahan makanan, ada yang perlu dibakar kemenyan setiap waktu tertentu, dan ada yang tidak mengenakan syarat apa-apa, atau dengan melaksanakan ritual tertentu.


B. Pocong
1.Deskripsi
Penampakan hantu pocong di pekuburan Bungur, Jalan MH Thamrin Cikokol, Kota Tangerang, persis di depan kantor Kelurahan Cikokol, Rabu (26/7) petang, membuat heboh warga Tangerang. Seribuan orang memadati areal pekuburan tersebut untuk melihat pocongyang katanya bergelantungan di dahan pohon beringin yang tumbuh di areal pekuburan itu.
Akibat kerumunan massa, arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin dari Kota Tangerang ke arah Serpong macet total hingga berjam-jam. Puluhan polisi lalu lintas dari Polrestro Tangerang dan petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Tangerang yang disebar di sepanjang jalan, tak mampu mengatasi kemacetan.
Geger hantu itu bermula dari munculnya kabar tentang penampakan hantu pocong yang terbang dari pepohonan di areal pekuburan menuju gedung SDN 01-02 Cikokol yang berada di depan areal pekuburan. Keberadaan hantu tersebut terlihat oleh beberapa siswa SDN Cikokol yang tengah berjalan pulang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Kabar tentang penampakan hantu itu segera tersiar ke perkampungan di belakang areal pekuburan. Ratusan warga yang penasaran segera mendatangi kuburan itu guna menyaksikan wujud hantu tersebut. Beberapa orang warga mengaku sempat melihat hantu itu bergelantungan di dahan pohon beringin. "Saya lihat sendiri hantu itu bergelantungan di pohon. Hantu pocong itu bukan cuma satu, tapi banyak. Mereka terbang dari pohon ke pohon lalu menghilang," ujar Anwar, warga Kampung Sembung yang mengaku melihat hantu pocong itu.
Cerita Anwar dan beberapa warga kampung lainnya yang mengaku sempat melihat hantu pocong itu, makin membuat warga penasaran. Ratusan orang terus berkerumun di depan areal pekuburan menunggu kedatangan hantu itu. Kerumunan warga menarik perhatian ratusan pelintas yang ikut-ikutan nimbrung. Beberapa orang pemilik handphone berkamera terlihat mengarahkan lensanya ke arah pohon beringin. "Hantu pocong itu nggak bisa terlihat dengan mata telanjang. Tapi sosoknya bakal tertangkap jika dibidik lewat kamera," ujar seseorang memberitahu.
Apa penyebab penampakan hantu pocong itu. Menurut seorang warga Kampung Kelapa bernama Kopral, hantu dari areal pekuburan itu ke luar dari persemayamannya setelah seorang pertapa asal Jawa Timur menyelesaikan semedinya di kuburan itu. "Pertapa itu sudah sembilan hari bersemedi di bawah pohon beringin. Tadi siang dia selesai bertapa dan langsung menghilang. Berbarengan dengan itu, beberapa hantu pocong ke luar dari tempatnya karena diperintahkan sang pertapa," kata Kopral. Hingga pukul 20.30, ratusan warga masih terus berkerumun di sekitar pekuburan Bungur.

Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarna hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Selain itu, pocong sering dinamai dengan hantu bungkus. Hantu bungkus atau juga dikenali sebagai hantu punjut, merujuk kepada sejenis makhluk yang berbentuk seperti mayat yang dibungkus dengan kain kafan.
Hantu bungkus sering dikatakan mengusik orang yang lemah semangat, dan akan bergerak dengan meloncat seperti hantu cina, atau bergoleh. Ia dikatakan mampu bergerak sepantas kereta, bergerak seiring dengan kereta yang dipandu oleh mangsa udikan merek Status : Hantu bungkus tidak dipelihara dan terdapat secara bebas. Kelebihan mereka yang berani menangkap hantu bungkus dikatakan mampu mendapat kekayaan yang banyak. Ini kerana dikatakan, dalam bungkusan tersebut terdapat wang yang banyak.

.2. Kepercayaan penangkalan
Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu dimasyarakat. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.
Menurut kepercayaan masyarakat, hanya ada 2 cara untuk melepaskan diri bila dikejar oleh pocong. cara pertama adalah bersetubuh dengan bumi atau yang biasa disebut tiarap sedangkan cara kedua adalah jalan berkelok-kelok layaknya cacing. Kedua cara ini diyakini sangat efektif oleh masyarakat diberbagai daerah.
3. Budaya popular
Pocong sering kali mewarnai cerpen atau roman bertema misteri. Dalam sinema nasional Indonesia bergenre horor, pocong bahkan sering kali dihadirkan. Beberapa bahkan menggunakannya sebagai judul.
Dalam parade ogoh-ogoh sebelum perayaan Nyepi di Bali, umpamanya, wujud pocong kerap diwujudkan, biasanya oleh kelompok masyarakat non-Hindu. Kepercayaan akan sosok yang satu ini membawanya hadir kedalam layar lebar. Film yang sudah dirilis menggunakan sosok ini diantaranya "Pocong" pada tahun 2005, "pocong2" pada tahun 2006, "pocong3" pada tahun 2007, dan 40 Hari Bangkitnya Pocong.
4. Cerita yang berkembang dalam masyarakat
Penampakan hantu pocong di pekuburan Bungur, Jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang, persis di depan kantor Kelurahan Cikokol, Rabu (26/7) petang, membuat heboh warga Tangerang. Seribuan orang memadati areal pekuburan tersebut untuk melihat pocong yang katanya bergelantungan di dahan pohon beringin yang tumbuh di areal pekuburan itu.
Akibat kerumunan massa, arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin dari Kota Tangerang ke arah Serpong macet total hingga berjam-jam. Puluhan polisi lalu lintas dari Polrestro Tangerang dan petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Tangerang yang disebar di sepanjang jalan, tak mampu mengatasi kemacetan.
Geger hantu itu bermula dari munculnya kabar tentang penampakan hantu pocong yang terbang dari pepohonan di areal pekuburan menuju gedung SDN 01-02 Cikokol yang berada di depan areal pekuburan. Keberadaan hantu tersebut terlihat oleh beberapa siswa SDN Cikokol yang tengah berjalan pulang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Kabar tentang penampakan hantu itu segera tersiar ke perkampungan di belakang areal pekuburan. Ratusan warga yang penasaran segera mendatangi kuburan itu guna menyaksikan wujud hantu tersebut. Beberapa orang warga mengaku sempat melihat hantu itu bergelantungan di dahan pohon beringin. "Saya lihat sendiri hantu itu bergelantungan di pohon. Hantu pocong itu bukan cuma satu, tapi banyak. Mereka terbang dari pohon ke pohon lalu menghilang," ujar Anwar, warga Kampung Sembung yang mengaku melihat hantu pocong itu.
Cerita Anwar dan beberapa warga kampung lainnya yang mengaku sempat melihat hantu pocong itu, makin membuat warga penasaran. Ratusan orang terus berkerumun di depan areal pekuburan menunggu kedatangan hantu itu. Kerumunan warga menarik perhatian ratusan pelintas yang ikut-ikutan nimbrung. Beberapa orang pemilik handphone berkamera terlihat mengarahkan lensanya ke arah pohon beringin. "Hantu pocong itu nggak bisa terlihat dengan mata telanjang. Tapi sosoknya bakal tertangkap jika dibidik lewat kamera," ujar seseorang memberitahu.
Apa penyebab penampakan hantu pocong itu. Menurut seorang warga Kampung Kelapa bernama Kopral, hantu dari areal pekuburan itu ke luar dari persemayamannya setelah seorang pertapa asal Jawa Timur menyelesaikan semedinya di kuburan itu. "Pertapa itu sudah sembilan hari bersemedi di bawah pohon beringin. Tadi siang dia selesai bertapa dan langsung menghilang. Berbarengan dengan itu, beberapa hantu pocong ke luar dari tempatnya karena diperintahkan sang pertapa," kata Kopral. Hingga pukul 20.30, ratusan warga masih terus berkerumun di sekitar pekuburan Bungur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar