Gerbang Universitas Padjadjaran (Unpad) ngompol adalah sebuah pernyataan yang sangat mengherankan. Karena dalam benak kita hanya bayi saja yang bisa ngompol. Namun gerbang unpad yang ada di Jatingangorpun bisa ngompol juga. Saya rasa hal itu bisa saja tetapi pernyataan tersebut tidak kita telan metah-mentah.
Dalam kasus ini makna ngompol adalah kebocoran saluran air di gerbang Unpad yang sekarang sudah beralih fungsinya menjadi jalan raya. Dan kebocoran tersebut mengakibatkan terbentuknya aliran air di sisi kanan dan kiri jalan. Maka terciptalah sebuah sungai kecil yang mengapit jalan raya. Kebocoran air semakin bertambah parah saat hujan datang. Kapasitas air bertambah maka bertambah kuat pula air yang mencoba keluar dari saluran yang bocor. Saya kira kalau hal itu dibiarkan begitu saja pasti masalahnya akan bertambah panjang.
Seperti kata Cinta Laura yang berbunyi “ Sudah ujan, becek, tapi banyak ojek”. Mungin itulah gamabaran jalan disekitar gerbang Unpad saat ini. Secara kasar dapat digambarkan pula seperti pasar induk di saat hujan. Ditambah lagi dengan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tersebut sangat padat. Maka pemandangan yang kurang memanjakan mata tercipta di sekitar jalan yang menjadi aliran sungai kecil yang terbentuk akibat kebocoran.
Sebagai pejalan kaki, saya merasa sangat dirugikan dengan konsisi tersebut. Karena semenjak terjadinya kebocoran tersebut saya sulit untuk menyebrang jalan. Apalagi saat hujan ditambah lagi dengan jumlah kendaraan yang melintas taksedikitpun berkurang. Sekalilagi banyak pejalan kaki yang dirugikan.
Dalam Hal ini siapakah yang bersalah? Apakah dri pihak pemerintah yang telah membangun jalan tersebut kurang teliti sehingga mengakibatkan kebocoran. Karena menurut pengalaman saya belum gerbang lama Unpad dipugar untuk dijadikan jalan raya. Hal seperti ini tidak pernah terjadi. Tetapi mungkin saja ini hanya sebuah kebetulan. Lalu siapakan yang bersalah? Apakah mahasiswa Unpad dan masyarakat sekitar yang kurang peduli terhadap lingkungan. Sehingga kebocoran saluran air terjadi akibar sampah yang mumpuk. Atau pihak Unpad juga turut andil dalam masalah ini. Saya kira setiap orang memiliki jawabannya masing-masing. Dan sekarang bukan saat kita untuk saling menyalahkan.
Saya pikir yang terpenting untuk saat ini adalah masalah kebocoran ini harus segera teratasi. Walupun terlihat sepele namun akan menjadi perkara yang besar apabila sudah menelan korban. Saya harap pihak yang berwenang dalam masalah ini belum tetutup nuraninya. Sehingga mereka cepat tanggap dalam mengatasi malasah ini.
LEGENDA BANYU WANGI
17 tahun yang lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar