Custom Search

Jumat, 13 Februari 2009

Otak atau Perut yang Bekerja

Kebanyakan orang membangkan apa yang mereka punya. Salah satunya adalah kemampuan otak mereka. Bahkan sebagian orang merasa lebih tinggi dibanding orang lain. Dan setiap orang pasti akan merasa senang jika memiliki otak yang pandai. Namun dalam kenyataannya banyak orang yang membanggakan kepandaian otak mereka saat makan tidak menggunakan otak mereka. Mengapa saya menagatakan seperti itu karena. Kita telah mengetahui bahwa banyak makanan yang berbahaya dan mengancam kesehatan orang yang memakannya. Contohya makanan –makanan instan yang kita sendiri tahu bagaimana kandungan kolesterol yang tinggi. Apabila kandungan kolesterol dalam tubuh kita terlalu banyak maka semakin rentan pula berbagai penyakit akan mudah datang menyerang.
Karena kebanyakan orang makan tidak menggunakan otak mereka melainkan dengan kepuasan indra perasa dan kenyangnya perut yang menjadi takaran mereka. Maka penyakit yang seharusnya terjadi pada usia lanjut yaitu stroke. Kini mulai merambah usia produktif. Saya kira hal itu wajar karena kebanyakan orang kurang memperhatikan pola makan dan gaya hidup mereka. gambaran manusia zaman sekarang adalah manusia yang semuanya serba priktis dan semuanya serba dikendalikan oleh mesin. Olah raga sedikit demi sedikit ditinggalkan. Kalau sudah seperti ini apa kata dunuia. Manusia hanya tidur dan sedikit melakukan aktivitas. Paling hanya jempol mereka saja yang berkerja untuk mengirim short massage service (SMS). Jadi dapat digambarkan proto tipe manusia di zaman yang akan datang kalu manusia bertubuh kecil, berkepala kecil, sedangkan jempol mereka saja yang besar. Karena organ itulah yang bekerja.
Sampai kapankan pola kehidupan seperti ini akan berlanjut. Padahal sudah banyak film yang mengingatkan kita akan bahaya pola hidup yang tidak sehat. Contohnya film Wall-E yang mengangkat bahwa kebiasaan manusia yang membuang sampah sembarangan dan memproduksi barang tanpa memperhitungkan kegunaan serta kapasitasnya. Mengakibatkan dunia akan tertutup sampah dan mengakibatkan taman tak mau tumbuh. Sehingga oksigen musnah dan manusia harus meninggalkan bumi. Selain itu, bentuk manusia digambarkan hanya segumpal daging yang bisanya hanya duduk. Makan dan minum sambil duduk. Tulang mereka tidak mampu menahan berat beban mereka. Untuk berdiri saja susah. Senandainya kehidupan kita seperti ini selamanya maka bagaimana kehidupan kita dimasa yang akan datang. Apakah yang digamabarkan dalam film futuristik Wall- E akan jadi kenyataan?
Mulai dari sekarang kita harus merubah kebiasaan kita. Yaitu makan dengan menggunakan otak. Memilih apa yang baik dan buruk bagi tubuh kita. Selain itu kita harus peduli linggkungan agar udara yang menyehatkan masih tersedia untuk kita. Karena perlu diwaspadai penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang kurang baik. Senantiasa mengincar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar