Menurut wakil Bupati Tangerang yaitu H. Rano Karno mengatakan bahwa kebudayaan di Indonesia sangat beraneka ragam. Dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai macam kebudayaan yang tidak dapat dihitung banyaknya. Kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik. Harus melestarikan kebudayaan yang sudah melekat di bangsa ini.
Pemerintah juga sudah membantu melistarikan kebudayaan. Yaitu dengan menbuat film dokumenter mengenai kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Contohnya Lotando di Tana Toraja, Si Pitung, Rara Mendut, dan masih banyak lainnya. Selama ini kita sudah akrab dengan sinetron yang sangat terkenal di layar kaca pada era 90an. Ya, Si Doel Anak Sekolah sinetron yang sudah menyatu dengan H. Rano Karno.
Dalam sinetron tersebut kebudayaan betawi sangatlah kental. Dari latarnya saja sudah mencerminkan kebudayaan betawi asli. Begitu juga dengan bangunan rumah, cara berpakaian, gaya bicara, dan kendaraan. Sayangnya sinetron tersebut harus lenyap dari dunia pertelevisian karena tuntutan stasiun TV memiliki standar baru. Standar yang hanya bersifat komersial. Beliau menuturkan bahwa tontonan di Indonesia sudah tidak layak dan mendidik. Karena setiap tayangan di televisi tidak bertanggung jawab. Setiap pemain yang ada tidak berkualitas. Yang dipentingkan hanya tampang. Contohnya peran orang tua sekarang terlihat sangat memaksa dan terkesan asal-asalan. Tidak seperti dahulu orang tua harus diperankan oleh orang tua. Seperti Pak Tile. Tidak seperti sekarang hanya dengan bermodal cat rambut seseorang berubah menjadi orang tua.
Selain itu, lagu yang digunakan menjadi latar harus lagu yang sedang populer. Hal itulah yang mendasari Bang Rano menolak meneruskan sinetronnya. Dan ujung-ujungnya tayangan dalam televisi yang tidak bertanggung jawab menuliskan kalimat pada akhir tayang. Dengan bunyi sebagai berikut:
“cerita ini adalah fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan nama, tempat atau karakter. Hal itu merupakan kebetulan semata.”
Itu merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Tindakan yang hanya merauk keuntungan semata. Di tengah carut-marut tontonan yang sudah tidak layak lagi ditonton. Muncul sebuah film yang penuh dengan pendidikan dan menonjolkan kebudayaan. Laskar Pelangi merupakan judul film tersebut. Film yang diangkat dari sebuah novel yang dikarang oleh Andrea Hirata. Merupakan pelita didalam dunia perfilman yang sudah terlalu penuh dengan cerita cinta dan horror yang tidak mendidik. Ditambah lagi dengan munculnya film-film yang sedikit nakal. Dengan banyak menonjolkan sisi sensualitas perempuan.
Ironis memang nasib dunia pertelevisian dan perfilman Indonesia. Ditambah lagi dengan semakin berkurangnya tontonan yang mendidik untuk anak-anak. Tontonan anak-anak sekarang adalah sinetron mengenai percintaan. Yang tidak pantas mereka tonton. Lagu dan permainan anak sekarang diambang kepunahan. Yang saya lihat sekarang anak-anak lebih sering menyanyikan lagu peterpan, The Changcuter, bahkan lagu-lagu cabul seperti Cucak Rowo. Kemanakah penyayi cilik sekarang berada? Apakah sudah tidak ada lagi ruang untuk lagu anak-anak.? Mau dibawa kemana bangsa ini, bangsa yang sudah banyak diracuni. Bangsa yang sudah tidak aman lagi. Bangsa yang sudah terlalu hanyut dalam buaian teknologi.
Teknologi yang seharusnya membantu bangsa ini untuk melestarikan kebuyaan Indonesia. Malah menjadi bumereng yang sangat ampuh untuk membuat kehancuran di negeri ini. Rakyatnya terlalu nyenyak dininabobokan oleh teknologi dan kebudayaan asing. Yang semakin lama semakin mengikis kebudayaan Indonesia.
Keluar dari permasalahan di atas kota Bandung merupakan kota yang penuh dengan kebudayaan. Selain itu, kota ini terdapat gedung-gedung peninggalan belanda. Yang eksotis dan menarik. Sayangnya, Pemerintah Kota Bandung kurang menjaga warisan tersebut. Sehingga banyak gedung yang tidak terawat. Sampai akhirnya gedung tersebut rusak atau dibangun gedung yang baru. Seandainya bandung seperti kota-kota di Eropa yang menjaga kelestarian bangunan tuanya. Maka Bandung semain terlihat semakin menawan. Dan akan menjadi objek wisata yang mendatangkan pendapatan bagi kota Bandung sendiri. Dan jangka panjangnya lapangan pekerjaan akan bermunculan. Bagaikan cendawan di musim hujan.
Indonesia Negara kecil namun memiliki berjuta kebudayaan yang harus kita pelihara. Karena kebudayaanku kebudayaanmu juga. Setiap kebudayaan saling mengisi. Tidak ada kata kebudayaan yang lebih baik. Pada dasarnya semua kebudayaan sama baiknya. Oleh karena setiap kebudayaan yang terdapat di negeri tercinta ini harus kita rawat. Agar anak dan cucu kita dapat menikmati apa yang kita rasakan sekarang. Jagan sampai mereka kehilangan kepribadian bangsa ini. Akibat tercerabutnya kebudayaan dari bangsa Indonesia.
LEGENDA BANYU WANGI
17 tahun yang lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar